Marketers as Hunters

Marketers itu di analogikan seperti seorang pemburu… dan dalam berburu tidak setiap hari dapat hasil, hari ini  mungkin dapat tetapi besok tbelum tentu. Demikian sebaliknya mungkin hari ini tidak dapat, tapi besok mungkin dapat, Itulah realita seorang pemburu. Tapi kita bisa memperbesar peluang untuk mendapatkan buruan bila kita punya persiapan yang matang, semakin sering dan banyaknya waktu yang kita gunakan dilapangan maka semakin banyak info (data base) yang kita dapat, misal tempat berkumpulnya buruan dan jam berapa mereka biasanya berkumpul, dan apa makanan kesukaan buruan.

Dengan data yang tepat dan akurat maka dipersiapkan strategi yang lebih matang, umpan yang pas, dari mana menyerangnya dan waktu yang tepat akan menentukan sukses tidaknya perburuan. Strategi mulai diatur berikan umpan lebih dulu untuk memancing buruan lebih banyak datang mendekat, dan biarkan buruan memakan umpan lebih dulu…pada saat asik menikmati umpan disitulah saat yang tepat untuk menembak buruan.

Ketika buruan mendekat kepada umpan, arahkan semua perhatian, konsentrasi, fokus kepada buruan dan saat yang tepat lepaskan tembakan dan arahkan ke sasaran yang langsung mematikan. Terkadang tembakan pertama belum melumpuhkan, lepaskan peluru kedua, dan mungkin peluru ke tiga…hingga buruan tidak berdaya. Jangan biarkan buruan lepas. Ketika buruan pertama berhasil ditaklukkan, maka lakukan strategi yang sama untuk buruan berikutnya.

Tehnik Memikat Prospek

Salah satu cara untuk memikat hati prospek adalah menyiapkan umpan yang menarik dan prangkap yang kokoh, supaya pada saat prospek terpikat melihat umpan dan  datang mendekat, menghampiri, lalu memakan umpan tersebut, saat itulah prospek masuk perangkap. Saatnya untuk menjaga dan memelihara dengan penuh perhatian dan memenuhi  harapannya.

Umpan yang menarik adalah:

1. Diskon yang menarik , bila beli dalam waktu yang ditentukan

2. Potongan harga  bila membeli dalam jumlah besar

3. Hadiah menarik

4. Produk memberi solusi

5. Garansi

6. Service Gratis  dalam batas waktu tetentuu

7. Experience yang indah

8. Insentif bagi prospek yang merekomendasikan ke temannya dan membeli

9. Delivery tepat waktu

10. Pelayanan sesuai harapan pelanggan

Inilah sepuluh umpan dan perangkap untuk menarik hati prospek agar datang  mendekat untuk membeli dan akan menjadi pelanggan tetap (long term) dan tidak akan berpindah ke competitor.

Are U Ready…..

Hai frend how a you….? ayo….bangkit….! coba  lihat rencana kerja hari ini….apakah masih sesuai dengan rencana ? apakah  sudah di laksanakan ? apakah anda sudah mulai melangkah ?  kalau terjadi penyimpangan  segera kembali ke relnya, karena masih relatif  lebih mudah dari pada bila sudah terlalu jauh keluar dari rel… akan semakin sulit untuk kembali.

Coba di list apa yang sudah dilaksanakan dan apa yang belum ?  apa tantangan sehingga belum dilaksanakan ?  dan apa faktor penyebabnya. Hei… knapa masih ada yang belum dijalankan ? siapa yang akan menjalankan ? memangnya ada orang lain yang akan mengerjakan buat anda ? gak ada frend……….! hanya anda sendiri yang bisa membantu.

Padahal mungkin beberapa hal yang belum anda kerjakan itu  adalah kunci dari keberhasilan anda untuk meraih prestasi.

Jadi… ayo lakukan sekarang………!

BUANG BAYI…..

Pepatah suku  Batak, ” Anakkokku do hamoraon di au ”  ( anak ku adalah kekayaanku ). Suatu pemaknaan yang teramat sangat dalam, memberikan penghargaan tinggi  kepada  anak. Demikianlah begitu perlunya mendidik anak – anak agar kelak dapat menjadi harta yang bisa dibanggakan oleh orang tua, masyarakat dan bangsa ini.

Tapi mengapa masih ada juga orang tua yang menelantarkan anak – anak nya, membuang anaknya, sering kita melihat melalui pemberitaan TV :  seorang bayi ditemukan di teras rumah, pinggir jalan, di tong sampah, ditemukan di selokan, begitu mengenaskan dan memprihatinkan.

Terlepas dari apa penyebabnya dari peristiwa itu, yang pasti orang tua seperti itu adalah melebihi dari yang ada di kebon binatang. Binatang aja masih memelihara dan memberikan susu pada bayinya, setelah cukup umur baru dilepas untuk hidup mandiri.

Masih beruntung bayi yang dibuang, pada saat ditemukan masih hidup sehingga masih bisa dirawat, tapi tidak jarang  juga ditemukan sudah mati. Ada juga pada saat membuang bayinya disampingnya disediakan susu bayi, apa maksudnya itu ? supaya dianggap orang tua baik…..! keliru….Anda orang tua yang paling hina didunia ini, mau enaknya tapi tanggung jawabnya ga mau….!

Setelah Anda membuang anak mu itu……..sudah puaskah anda, senang…bahagia…..gembira……..tapi nyawa bayi itu hilang……?  hei..orang tua bodoh..tidak ada hakmu menghilangkan nyawa anak itu…!

Sadarkah Anda pepatah orang batak diatas mengatakan “anakku adalah harta kekayaanku” renungkan itu, pahami itu……apapun kondisimu saat ini, sesulit apapun hidupmu….buang anak bukan solusi….

Bagi orang tua yang lain…..urungkan niatmu itu bila ada pikiran untuk melakukan hal yang sama membuang anak….itu bukan solusi, tapi anda sedang dikendalikan oleh setan…..untuk menghancurkan hidup anda.

Datang pada Tuhan, bergumul pada Tuhan, berdoa pada Tuhan…..sampaikan keadaanmu, kondisimu, Tuhan akan memberikan jalan dan mencurahkan berkat bagimu…….

PENEMBAK SNIPER

Sebelum Anda masuk kepasar yang saat ini terus berubah-ubah dan cenderung keras dan kasar, lebih dulu persiapkan diri Anda, persiapkan senjata serta peluru yang digunakan. Hasil akan ditentukan seberapa besar Anda menguasai senjata dan peluru yang digunakan, Secanggih apapun senjata dan pelurunya kalau Anda tidak paham menggunakannya maka akan sia-sia.
Menjadi penembak sniper yang akan menembak bila sasaran sudah nyata dan jelas didepan mata barulah peluru ditembakkan. Jangan sampai penembak ala Rambo yang asal tembak tanpa memperhatikan apakah sasaran itu sudah tepat, karena kalau asal tembak maka peluru cepat habis dan terbuang sia-sia tanpa hasil yang memuaskan.
Seorang top sales dengan cermat dan teliti akan mempelajari bagaimana cara menggunakan senjata dan peluru yang dimiliki agar efektif. Dan mengamati sasaran yang akan dibidik apakah sudah sesuai dengan segmentasi yang diharapkan. Supaya tidak asal tembak yang berakibat peluru terbuang sia-sia tanpa hasil yang diharapkan

Bangun keakraban dan kesamaan

Orang akan cepat akrab bila ada kesamaan dan kemiripan, untuk itu sebagai sales person ketika sedang berinteraksi dengan calon pelanggan amati  gerak – gerik calon pelanggan, cara komunikasinya, gerak tubuhnya, nada suaranya. Anda membangun kesamaan dengannya, bila nada suaranya  pelan ikuti suara pelan, bila kata-katanya  cepat bangun kesamaan dengan kata-kata cepat,  ketika tubuhnya condong kedepan Anda bangun kesamaan condong kedepan,

Semakin banyak kemiripan dan kesamaan dengan Anda, pelanggan akan merasa nyaman dan tertarik  berhubungan dengan Anda . Sebagai sales person Anda harus menjadi orang “batak” (banyak taktik ) cepat menyesuaikan diri, walau baru pertama kali bertemu ciptakan suasana seolah – olah sudah kenal lama.

Masuk dalam pembicaraan calon pelanggan, ketika dia membahas ekonomi, Anda masuk didalamnya bicara ekonomi, ketika dia bicara politik  ikuti bicara politik, ketika dia bahas bola, Anda ikut bicara bola walau anda mungkin tidak menyukai pembahasan itu tapi Anda harus ciptakan suasana  dimana Anda menyukai pembicaraan tersebut.   Karena Anda sedang membangun kesamaan dan keakraban. Jadi untuk sementara waktu, ketika berberinteraksi dengan calon pelanggan matikan keinginan diri sendiri dan masuk kedalam keinginan calon pelanggan. Suasana akan mencair, kesamaan dan kemiripan sudah terbentuk maka terciptalah keakraban.

. Segmentation – Targetting – Action

Seorang top sales punya keyakinan yang sangat kuat bahwa dia akan berhasil dalam penjualan. Keyakinan itu dibalut dengan kebulatan tekat, fokus dan total akan menghasilkan  miracle (keajaiban).

Sebelum menyerang pasar seorang top sales lebih dulu akan mengelompokkan calon pelanggan kepada beberapa segmen,  contoh segmentasi berdasarkan daya beli  : Market A ( Daya beli tinggi, tingkat perekonomian menengah keatas) , Market B( daya beli sedang,tingkat perekonomian menengah ), Market  C ( Daya beli rendah, tingkat perekonomian rendah ).

Ada yang mengelompokkan berdasarkan usia : Market A ( Orang tua ), Market B ( Remaja), Market  C (dDewasa ), Market D ( anak-anak ). Dalam membuat segmentasi disesuaikan dengan produk yang Anda pasarkan.

Setelah itu barulah menetapkan target market yang akan dibidik , harga produk disesuaikan dengan segmen yang sudah ditetapkan. Harga tinggi serang market A, harga sedang serang market B, harga rendah serang market C. Setelah target ditentukan barulah take action untuk serang pasar dengan kekuatan yang Anda miliki.

SALESMAN KUAT DALAM PENGHARAPAN

Sebagai seorang top sales selalu meyakini ada satu pengharapan bila sudah melakukan proses dengan benar , setiap bertemu dengan calon pelanggan punya harapan sambil berkata dalam hati,” orang ini akan beli produk saya” dan terus berharap setiap bertemu prospek. Berpengharapan artinya suatu saat akan berhasil dan menang.

Sebagai seorang top sales yang  punya pengharapan, bila mengalami penolakan tetap teguh dan tidak akan mundur dari dunia perhelatan pasar yang terus berubah dan  terkadang kasar dan kejam. itulah yang harus Anda “jinakkan“ dan taklukkan.

Berjuang tanpa pengharapan adalah sia-sia” dan berpengharapan itu seyogianya adalah doa kepada Tuhan. Jangan berhenti berharap, jangan berhenti berdoa, jangan berhenti mengandalkan Tuhan. Dengan berpeng harapan kita  diyakinkan bahwa suatu saat prospek akan beli dari Anda.

MENJUAL UNTUK LONG TERM

Sebagai seorang top sales profesional selalu berorientasi menjual untuk long term ( jangka panjang). Bila sekali mendapatkan pelanggan  akan dijaga, dirawat, dipelihara dan diberikan pengalaman yang menarik dan memuaskan secara emosional sehingga pelanggan tidak lagi mau pindah ke lain hati atau pesaing.

Ada salesman yang jago dalam mendapatkan pelanggan tapi kurang mampu me maintain, sehingga sekali beli pelanggan langsung jera  dan tidak  beli lagi.  Penjual seperti ini  hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, pelanggan nya terus gonta-ganti dengan pelanggan yang selalu baru. Inilah type penjual short time (jangka pendek)

Hati-hati bagi salesman yang menjual untuk jangka pendek, akan berdampak buruk, karena pelanggan yang kecewa akan cerita kepada temannya yang lain (5 – 10 orang), semakin banyak pelanggan yang dikecewakan maka semakin banyak pula jumlah orang yang mengetahui ke kekurangan pelayanan Anda.

Maka pada akhirnya pelanggan Anda lama-kelamaan akan hilang, musnah dan lenyap dan tamatlah riwayat Anda dalam penjualan oleh karena belum memahami apa artinya menjadi seorang penjual yang disukai pelanggan.

Petarung Sejati

Seorang Top Sales adalah “Petarung Sejati” tanamkan dalam pikiran Anda, Sebagai Petarung  punya prinsip dalam hidupnya, pantang menyerah sebelum kemenangan diraih. Sebelum semua berakhir dan menjadi pemenang, terus berjuang hingga “Titik Darah Penghabisan” itulah prinsip petarung sejati. Sebagai sales person ambil prinsip itu menjadi fondasi untuk meneguhkan Anda, mengerahkan segenap potensi yang Anda miliki, tenaga, pikiran, waktu, dan imajinasi di fokuskan pada satu titik…. Menjadi top sales.

Jangan pernah lengah ketika berada diarena pertarungan, itulah sebabnya sebelum bertarung perlu persiapan yang mantap dengan self confidence ( percaya diri ) yang tinggi, penguasaan produk knowledge, rool play serta strategi dan taktik memenangkan pertarungan.

Apa yang perlu diperhatikan adalah bagaimana “menaklukkan pelanggan” agar buka order. Pelajari, cermati dan cari tau titik kelemahannya dan masuk dari sana setelah itu tutup kelemahan pelanggan itu agar pesaing tidak  masuk dari jalur yang sama. Sehingga diperlukan waktu  untuk mengetahui prilaku dan keinginan pelanggan.

Sebelum janur kuning berdiri,  pelanggan masih milik bersama tetapi setelah janur kuning berdiri ( buka order ) itu artinya pelanggan sudah ada yang miliki. Jadi sekarang sebelum janur kuning berdiri, bergeraklah, berlarilah, berusahalah, melompatlah, berjuanglah, sehingga pelanggan menjadi milik Anda. Ketika pelanggan sudah menjadi milik Anda jangan biarkan lepas tapi peliharalah, jagalah, jangan sakiti hatinya, buat pelanggan nyaman dan berikan pengalaman yang membuat pelanggan tidak akan lari ke pesaing.

Petarung sejati akan memanfaatkan peluang sekecil apapun, karena dibalik peluang yang kecil itu, ternyata ada harapan  besar yang akan menuntun  Anda untuk meraih peluang yang lebih besar dengan meng optimalkan kekuatan yang dimiliki.