Marketers Champion

Mau menjadi Marketers Champion…?

Bila melihat marketers sukses dalam penjualan, membuat kita terpesona dan terkadang sedikit iri…mengapa dia bisa berhasil, apa yang dilakukannya ? mau tahu apa yang dilakukan….? mari kita intip tindakan dan prilaku keseharian  marketers champion dalam,

40 Tindakan unggul marketers champion (pemasar juara) :

  1. Inspirations Marketers
  2. Ikrar dan Janji Marketers
  3. Pakai Jubah Kebesaran Marketing
  4. Jam Kerja Tidak Normal
  5. Petarung Sejati
  6. Target adalah “Harga Diri”
  7. Aktif Bertanya
  8. Langkah  Jitu Menuju Penjualan
  9. Role Play
  10. Kejar Insentif & Bonus
  11. Tunjukkan kelas Anda sebagai Marketers
  12. Kwalitas Dan kwantitas Kunjungan
  13. Deteksi Dini
  14. Zero Piutang
  15. Marketers Sejati
  16. Kekuatan Referensi
  17. KR ( Kunjungan Rumah )
  18. Sentuh Emosi Prospek
  19. Berikan Solusi
  20. Tidak Ada Hari Esok
  21. Segmentation-Targetting-Positioning-Action
  22. Memberi Lebih
  23. Punya Pengharapan
  24. Cerdas Dalam Proses
  25. Hukum Perbandingan
  26. Strategi Kunjungan
  27. Menjual Long Term
  28. Tebar Pesona
  29. Minta – Cari – Ketuk
  30. Meminimalkan Kesalahan
  31. Mengutamakan Pelayanan Pelanggan
  32. Tepat Waktu
  33. Selalu Ingin Belajar
  34. Meringankan Beban Atasan
  35. Standart Tinggi
  36. Totalitas
  37. Pengendalian Diri
  38. Tidak Suka Beralasan
  39. Fully commitment
  40. Menjadi Berkat Bagi Pelanggan

5 Tahapan menuju penjualan

Dalam dunia pemasaran tidak ada yang instant, semua perlu proses dan tahapan yang harus dilalui berikut tipsnya, ada 5 tahap menuju penjualan :

  1. Berusaha mendapatkan perhatian

Pertama sekali bertemu calon pelanggan  apa yang dilihat ? apakah langsung produk ? tentu tidak ! yang pertama dilihat  adalah penampilan kita dari luar, cara kita menyapa, cara kita berkomunikasi, cara kita berjabat tangan. Sehingga kita perlu memberikan kesan yang indah pada pertemuan pertama, karena itulah kunci untuk membuka pintu masuk dan melihat apa yang ada didalamnya.  Bagaimana mungkin bisa masuk kalau pintu belum dibuka…! untuk itu perlu persiapan untuk menyiapkan kuncinya.

2. Bangkitkan rasa ingin tahu

Setelah pintu pertama terbuka, berikutnya adalah bagaimana membangkitkan rasa ingin tahu  calon pelanggan mengenai keunggulan produk, diperlukan kreatifitas dalam mempersiapkan presentasi agar lebih menarik dan menyentuh emosional calon pelanggan. Persiapkan keunggulan dan nilai tambah produk, bila pelanggan memilikinya akan membantu dan meringankan beban pelanggan.

3. Ciptakan kerinduan untuk memiliki

Setelah kita membangkitkan rasa ingin tahu dari calon pelanggan, selanjutnya tugas kita adalah bagaimana menciptakan kerinduan calon pelanggan untuk memiliki produk yang kita tawarkan. Jadi ciptakan rasa rugi bila tidak memiliki sekarang, dan penawaran menguntungkan ini akan berlaku bila beli sekarang dan bila lewat waktunya harga kembali normal. Ciptakan keuntungan-keuntungan sebanyak mungkin bila beli sekarang.

4. Memberikan keyakinan

Inilah tahap menentukan bagi marketer agar meyakinkan calon pelanggan, bahwa membeli produk yang ditawarkan sekarang adalah pilihan tepat yang menguntungkan dan tidak salah pilih. Ini yang perlu ditanamkan dibenak pelanggan agar dia tidak goyah.

5. Penjualan

Setelah semua tahapan di jalani dengan segenap hati, mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki dan kesungguh-sungguhan yang dilandasi totalitas maka kita akan dihantarkan pada satu titik puncak yaitu terciptanya penjualan yang diharapkan.

Performing

Performing menjadi barometer dalam mengukur pencapaian  team,  manager harus proaktif  melakukan terobosan dengan  memberikan tantangan kepada  team, karena tantangan itulah yang menandakan bahwa dalam  team masih ada kehidupan dan perusahaan akan bertumbuh.

Tapi bila sudah tidak ada tantangan team kelihatan mati karena tidak ada tanda-tanda kehidupan, tidak ada pertumbuhan, sementara orang yang pintar dan prestasi suka dengan tantangan, bila tidak ada tantangan dia akan jenuh dan keluar dari perusahaan.

Sementara yang goblok tidak suka dengan tantangan dan merasa gerah bila diberi tantangan, karena sudah pasti kinerja harus tingkatkan dan orang itu tidak siap, suka cari yang mudah dan  aman dan menjadi penghuni tetap diperusahaan, hidup segan mati tak mau.

Bergeraklah dari satu tantangan ke tantangan berikutnya karena itulah yang membuat team menjadi hidup dan perusahaan akan bertumbuh dan berbuahkan hasil yang manis bagi team dan perusahaan. Selamat menghadapi tantangan dan mentaklukkannya.

Norming (Norma-norma)

Norma-norma atau aturan yang berlaku dalam perusahaan harus diperhatikan, seperti kehadiran, etika dikantor,  selama kerja ga diperkenankan gosip, bercanda. komunikasi harus struktural dan ada batasan hal-hal yang perlu disampaikan oleh bawahan kepada  atasan. Apa yang bisa dibicarakan dan yang tidak.

Antara karyawan A dan B dalam komunikasi ada batasan-batasan mana yang tidak perlu disampaikan misal : gaji, karena ini sangat sensitif ga perlu diketahui orang lain karena setiap orang berbeda besarnya, berdasarkan prestasi yang diraih.

Norma-norma terhadap atasan : saling menghargai dan menghormati untuk tidak memberikan upeti kepada atasan yang berdampak subjektif terhadap karyawan. Bagaimana berprilaku kepada sesama karyawan agar tercipta keharmonisan dalam team dan menjadi kekuatan untuk mendobrak segala tantangan didepan.

Storming ( Badai)

Manager baru biasanya akan berhadapan dengan storming ini, mungkin ada beda pendapat, ketidak cocokan. Bawahan biasanya akan membandingkan dengan pemimpin sebelumnya bila ada kebijakan yang mungkin berbeda dengan sebelumnya, dengan berkata : pemimpin yang lalu kebijakannya ga seperti ini sekarang beda ?

Manager baru harus bisa mengambil langkah-langkah penyesuaian yang bisa menyentuh team agar menerima perubahan dan kebijakan yang mungkin berbeda dari yang selama ini dijalani. Disinilah kepiawaian seorang manager diuji untuk bisa menentramkan team. Terkadang harus tarik ulur seperti layang-layang supaya tidak putus dihantam badai.

Perlu mencari satu orang yang senior sebagai juru bicara kita untuk mulai menyampaikan hal-hal yang perlu di sempurnakan agar team memahami karena untuk kebaikan bersama, setelah itu barulah manager menjelaskan lebih mantap akan hal-hal yang akan dicapai dan yang akan di sempurnakan. Jadi tidak drastis langsung dirubah total tapi beri waktu untuk penyesuaian.

Ketika semua sudah memahami dan menjalani untuk penyesuaian barulah lakukan aturan yang baku dengan reward dan punishment agar terbiasa dengan aturan yang sudah dibuat, dan tetap sampaikan bahwa semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama, kemajuan bersama dan keberhasilan bersama.

Forming ( Pembentukan)

Sukses seorang manager ditentukan oleh team yang solid, sehingga pembentukan team akan menjadi PR yang harus menjadi prioritas. Karena salah memilih team akan merepotkan dalam proses diakhir.  Diawali dari perekrutan  perlu disiapkan  kriteria seperti apa orang yang diharapkan, misalnya untuk team penjualan: tinggi badan, kemampuan komunikasi, kemampuan presentasi, kemampuan menjual. Ini boleh di nilai dari test dalam  role play.

Sebagai manager boleh melakukan perombakan team agar lebih tajam dalam penjualan. Seperti team sepak bola mungkin dia lebih cocok di gelandang kiri atau kanan, ada yang cocok di back, dan ada yang tepat sebagai penyerang, Pembentukan team ini harus dilakukan agar serangan lebih efektif. Jangan biarkan berlarur-larut karena waktu berjalan terus.

Setelah menentukan letak posisi masing-masing, baru lakukan pemantapan dan kirim mereka untuk mengikuti pelatihan melalui training dan motivasi yang bisa menambah wawasan dalam  knowledge dan skill. Sebagai manager harus bisa menjadi mentor bagi teamnya.

Team yang  tepat akan menciptakan  peluang, dan peluang bila di ramu oleh team yang tepat dan solid akan berbuahkan hasil yang baik. Bentuk team anda sekarang juga.

Pakai Jubah “Marketing”

Teman-teman seperjuangan…para marketer…..! mengapa target belum tercapai…?mungkin  salah satu penyebabnya adalah karena para marketer belum mengenakan jubah marketing  dan perlengkapannya. Contoh  : Dokter akan dikenal bila ia sudah mengenakan  seragam dokter  biasanya warna putih, dan orang yang melihatnya yakin bahwa ia adalah dokternya.

Demikian juga seorang marketer harus mengenakan jubah seorang marketing  supaya dikenal, jangan sampai para marketer mengenakan jubah profesi lain, misal jubah admin tentu beda….atau profesi lain buruh kasar…tentu ga nyambung…..

Dan perlengkapan marketing berikutnya adalah tool yang digunakan dilapangan. contoh ketika  mau berburu kehutan harus bawa senjata seperti senapan bukan pancing, ketika mau memancing bawa cangkul…ini kekeliruan yang terjadi dalam marketing.

Sehingga sebelum memulai pastikan dulu jubah dan perlengkapannya karena itulah modal untuk memenangkan persaingan di pasar. Yang lebih parah tidak mengenakan jubah dan perlengkapan apapun, modal nekat, apa mungkin menang…?  sudah pasti kalah….

Sebelum menjadi bulan-bulanan di pasar, segera persiapkan perlengkapan dan jubah marketing, itu lah jubah kebesaran yang harus dikenakan dan jangan pernah tanggalkan jubah itu, banggalah dengan jubah kebesaran itu, pujilah diri anda ketika sudah menggunakannya. Semakin banyak orang mengenal, maka semakin terbukalah peluang…..

Sesulit Apapun Tantangan Hidup…..!

Selamat pagi…….! apa kabar hari ini…..? tentunya dalam keadaan sehat walafiat kan ? saya mau bertanya : apakah ada manusia didunia ini yang ga pernah mengalami kesulitan hidup ? apakah ada…….?  tentunya tidak ada….! karena selagi hidup tantangan pasti selalu ada. Yang penting bukan seberapa besar tantangan yang dihadapi, tetapi seberapa siap anda menghadapinya….itu yang penting.

Sesulit apapun kehidupan anda…ingat itu bukan untuk menghancurkan anda, tetapi untuk membangunkan dari tidur untuk siuman dan sadar bahwa hidup harus berlanjut. Tantangan biarkan datang,  jangan menghindar, jangan musuhi, berdamailah dengan nya…..

Yang penting jangan pernah menyerah terhadap tantangan kesulitan dalam hidup ! hadapi dengan tenang, pikiran yang jernih, hati yang damai, yakin ada jalan, ada peluang, ada hikmah dibalik nya yang akan membedah semua tantangan itu menjadi harapan baru menuju kehidupan ke level yang lebih tinggi.

Jalani terus jangan pernah berhenti, setiap dibalik  tantangan… akan ada penunjuk  jalan yang akan menuntun pada arah yang benar dan akan menghantarkan ketempat tujuan dengan tepat dan pasti.

Are U Ready…..

Hai frend how a you….? ayo….bangkit….! coba  lihat rencana kerja hari ini….apakah masih sesuai dengan rencana ? apakah  sudah di laksanakan ? apakah anda sudah mulai melangkah ?  kalau terjadi penyimpangan  segera kembali ke relnya, karena masih relatif  lebih mudah dari pada bila sudah terlalu jauh keluar dari rel… akan semakin sulit untuk kembali.

Coba di list apa yang sudah dilaksanakan dan apa yang belum ?  apa tantangan sehingga belum dilaksanakan ?  dan apa faktor penyebabnya. Hei… knapa masih ada yang belum dijalankan ? siapa yang akan menjalankan ? memangnya ada orang lain yang akan mengerjakan buat anda ? gak ada frend……….! hanya anda sendiri yang bisa membantu.

Padahal mungkin beberapa hal yang belum anda kerjakan itu  adalah kunci dari keberhasilan anda untuk meraih prestasi.

Jadi… ayo lakukan sekarang………!

Walau Malas… Tetap Kerja Keras

Apakah para marketer sudah tau…. beda malas dengan malas-malasan ? Mau tau…bedanya ?  malas berarti tidak berbuat apa-apa, sedangkan  malas-malasan  adalah istirahat sementara untuk pemulihan fisik  setelah itu bekerja lagi.  Malas adalah penyakit yang harus diobati, sedangkan malas-malasan bukan penyakit yang harus diobati.

Penyakit malas selalu menghampiri setiap orang, tinggal lagi bagaimana menyikapinya bila ia datang ? orang yang bijak akan menyikapinya dengan cara bijak…walau malas menghampiri…tetap kerja keras…! sehingga kemalasan itu akan menjauhi karena tidak dipedulikan dan tidak digubris….

Yang menjadi masalah  adalah ketika malas datang kita peduli dan memberi kesempatan kepadanya untuk mempengaruhi pikiran kita dan berdampak buruk bagi tubuh yang akhirnya merespons untuk tidak berbuat apa-apa. ini yang perlu dicermati agar pengaruhnya segera di putus sebelum meluas ke seluruh tubuh yang pada akhirnya akan melumpuhkan kreatifitas.

Malas…adalah musuh…yang harus dihindari…! malas-malasan adalah teman dan perlu untuk memulihkan fisik yang sudah letih untuk dikembalikan pada kondisi  normal. Anda mau pilih yang mana…? malas atau malas-malasan…? yang penting itu berbeda…!