Mate-matika cinta

Didalam mate – matika cinta : ” satu + satu = satu,” perhitungan ini kelihatannya aneh namun itulah yang sebenarnya.

Laki-laki + wanita = satu daging ( perkawinan )

  • Mereka bagaikan  2 lembar kertas yang dilem (direkatkan) menjadi satu
  • Mereka bagaikan 2 potong besi yang dilas atau dipatri jadi satu

Bila kita berusaha memisahkannya pasti salah satu ada yang rusak atau keduanya.

Suami – Istri yang sudah dipersatukan dalam ikatan perkawinan  tidak ada yang dapat memisahkan kecuali kematian.

Kasih

  • Kasih itu sabar
  • Kasih itu murah hati
  • Kasih itu tidak cemburu
  • Kasih itu tidak memegahkan diri
  • Kasih itu tidak sombong
  • Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan
  • Kasih itu tidak mencari keuntungan diri sendiri
  • Kasih itu tidak pemarah
  • Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain
  • Kasih itu tidak bersuka cita karena ketidak keadilan
  • Kasih itu menutupi segala sesuatu
  • Kasih itu tanpa pamrih

Berbahagialah

  • Berbahagialah orang yang murah hati karena mereka akan beroleh kemurahan
  • Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi
  • Berbahagialah orang yang berduka cita karena mereka akan di hibur
  • Berbahagialah orang yang lapar dan haus karena mereka akan di puaskan
  • Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak terang
  • Bergembiralah dan bersuka citalah setiap saat

Selamat berbahagia…

Hikmat dan didikan

Seiring perkembangan zaman akan mempengaruhi  peradaban manusia, demikian juga Ip tek menambah pengaruh yang nyata ditambah media clektronik yang menampilkan acara yang terkadang bias tanpa makna dan didikan berdampak sedikit positip dan banyak negatip mempengaruhi cara berpikir orang kebanyakan. Bila over dosis tanpa ada keseimbangan waktu akan  menjadi racun bagi  tubuh.

Bila media sudah menonjolkan egonya untuk mengejar keuntungan belaka tanpa memahami efek yang di sebar pada kaum muda ( anak, remaja, dewasa ) bila tanpa kontrol akan menjadikan generasi yang manja, konsuntif, pergaulan bebas, kawin cerai, menyerahkan hidup pada peramal  dan pada tahap kronis lupa pada Sang Khalik.

Siapa yang akan bertanggung jawab untuk semua ini ? So pasti tidak ada yang mau mengaku apalagi merubahnya ! yang dibutuhkan saat ini bagaimana memberi alarm(aba-aba) bahwa ada bahaya di depan dengan kasih sayang membentengi putra-putri kita dari kerusakan moral yang bagai virus menggerogoti ahklak, pikiran dan hati nurani yang masih suci ini.

Siapa yang ambil peran ?  untuk membentengi putra-putri kita terletak pada peran orang tua yang pro aktif dalam menyuplai makanan sehat yang masuk kedalam pikiran anak-anak dan mendidik sejak dini seperti kata bijak ” Didiklah orang muda sejak masa mudanya sehingga di masa tuanya dia tidak akan menyimpang.”

” Hai anakku dengarkanlah didikan ayahmu dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu, sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu dan suatu kalung bagi lehermu.”

Untuk mengetahui hikmat dan didikan dan mengerti kata-kata yang bermakna untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran. Untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada setiap orang.

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan untuk mengerti lebih dulu  sebelum ikut bermain di dalam nya.

Garam Dunia

Ketika  memaknai arti kelahiran manusia  di dunia ini sudah menyandang gelar sebagai “garam ” dunia (garam = memberi rasa ) untuk menjalani kehidupan yang penuh warna ( bahagia, suka, duka, kepahitan ) saling berinteraksi ( bersahabat, bergaul, komunikasi ) kepada sesama.

Tapi mengapa dalam kehidupan sehari-hari gelar sebagai “garam dunia” yang dapat  memberi rasa  hampir terlupakan dan ego yang lebih ingin tampil sehingga membuat pergaulan menjadi hambar bagai masakan tanpa garam sudah pasti  hambar,  demikian juga sepatutnya mahluk ciptaan yang unik  memberi rasa dalam setiap interaksi ( sosial. keluarga, bersahabat, bertetangga) sehingga akan terasa hambar tanpa kehadiran kita.

Manusia adalah garam dunia, jika garam itu menjadi tawar , dengan apakah ia di asinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Perbedaan

” Menyatukan perbedaan akan menjadi kekuatan dalam persahabatan dan menciptakan keharmonisan antar sesama.” ( wilbert.situmeang).

” Perbedaan adalah warna (bunga-bunga) hidup  semakin banyak warna nya semakin indah lah bunga nya, jangan pernah alergi dengan perbedaan karena itu adalah karunia Tuhan.” (wilbert.situmeang).

” Perbedaan  seperti suami-istri  saat bersatu akan menjadi kekuatan tidak ada yang dapat memisahkan kecuali kematian.” ( wilbert.situmeang )

” Mari bersahabat dengan perbedaan karena perbedaan itu sendiri akan melahirkan kesamaan dalam perbedaan.” ( wilbert.situmeang)

Hiduplah dalam perbedaan dan kenali perbedaan itu berdamailah dengan nya maka dia akan membentuk persamaan yang abadi.( wilbert.situmeang).

Perbedaan itu hanya persepsi, tiada perbedaan karena kita dilahirkan oleh Sang pencipta yang sama. (wilbert.situmeang)

Perkecil  perbedaan dan perbesar persamaan sehingga yang tampak dominan bukan lagi beda tapi sama. ( wilbert.situmeang)


Kata paling berpengaruh

Tiga kata yang paling berpengaruh dan hampir terlupakan : maaf, tolong, terima kasih. Kita pasti pernah mendengar kata maaf mungkin dari  seseorang yang melakukan kesalahan kepada kita, demikian juga sebaliknya kita yang mengucapkan kata maaf kepada orang lain oleh karena kita melakukan kesalahan.

Ketika mendengar kata maaf perubahan terjadi dari yang tadinya emosi mau marah akhirnya berubah menjadi tidak  marah. Begitu berpengaruh kata-kata ini untuk merubah temperamen seseorang.

Kata berikutnya yang paling berpengaruh adalah tolong…..

Kita pasti pernah merasakan dan mengalami sendiri ketika orang lain  minta tolong kepada kita untuk melakukan sesuatu keperluan dia. Mendengar kata tolong membuat kita merasa tidak terbebani untuk melakukan sesuatu yang di suruhkan kepada kita. Seolah kita merasa dihargai dan di hormati.

Yang terakhir adalah kata terima kasih yang begitu sedap di dengar telinga bila seseorang mengucapkan kata itu kepada kita ada satu perasaan puas lahir dan batin.

Yah …..itulah tiga kata yang paling berpengaruh dan hampir terlupakan !

Komitment menulis

Untuk dapat menulis satu tulisan setiap hari di blog sudah menjadi komitment pribadi, tapi ntah knapa ga bisa terlaksana. Ada aja yang membuat gagal kadang malas walau sudah ada ide yang muncul untuk dituangkan dalam tulisan.

Ternyata komitment aja ga cukup ! harus ada kemauan yang kuat baik atau tidak baik waktunya, malas atau tidak malas kondisi kita,  tetap kerjakan.