Waktu

Hari-hari yang sudah kulewat…!

tanpa terasa banyak sudah waktu terlewati begitu saja!

kemana kau pergi waktu-waktu ku

aku ingin kau kembali dan memulai dari nol

Adakah waktu ku yang berlalu akan kembali menghampiriku…!

Oh…mustahil…..dia kembali !

sekiranya mungkin akan kutebus dengan harga mahal !

sekiranya mungkin akan kuganti dengan emas permata.

Dia sudah pergi jauh meninggalkan ku.

Kini tersisa waktu di depan yang menanti untuk di ambil dan digunakan.

Kini tersisa waktu untuk digunakan dengan jujur dan benar.

Jangan lagi lewatkan sedetik pun !

Isilah dengan rencana dan tindakan nyata menuju hidup lebih bahagia.

Puisi ini kutujukan buat temen-temen semua.

Karya : Wilbert.Situmeang

Kasih Sayang

Diwaktuku masih kecil ! hidupku snang sekali…

mama plihara baik-baik.

sesudah besar ditindas oleh perjuangan hidup !

tidak terasa saat ini aku ada disini.

Bila ku tatap kebelakang!

teringat masa laluku disayang dan dibentuk kedua orang tuaku.

Kini saat nya ku mulai untuk menurunkan kepada anak-anak ku

Menyayangi, mengasihi  dan membentuk mereka !

Kudidik sejak masa masa mudanya

agar dimasa tuanya kelak tidak menyimpang.

Setitik harapan dihati yang kelak  menjadi nyata

Dengan menanamkan nilai-nilai yang benar sejak usia dini.

Tiada yang lebih besar bagi orang tua selain anak-anaknya berada dalam kebenaran.

Puisi ini kutulis untuk anak-anakku tersayang

karya : wilbert situmeang

Polisi cepe (Pa Ogah )

Pertama sekali aku berangkat ke kantor menuju  Kawasan Iindustri Pulogadung untuk menghindarkan macet aku lewat jalan alternatif yang lebih dikenal dengan “jalan lewat belakang” melalui perkampungan. Jalan alternatif ini lebih kurang panjang nya 1 km menghubungkan raden inten dengan kawasan industri pulo gadung.

Pada saat masuk sudah dijaga oleh polisi cepe berhubung jalannya ada beberapa tikungan, setelah saya lalui dan saya menghing jumlah polisi cepe nya ada 7 tempat yang panjang jalannya ga lebih 1 km. Setiap harinya harus menyiapkan uang cepek sebanyak Rp.700 dan pulangnya Rp.700 total Rp.1400,-. Memang ngebantu sih ngatur jalanan berhubung jalannya sempit dan kendaraan dua arah.

Yang menjadi masalah kan sulit dapet pecahan 100 terkadang uang 500 begitulah setiap harinya. Mungkin kalau Jaya Suprana lewat situ akan masuk MURI (Museum Rekor Indonesia)  jumlah polisi cepe terbanyak dalam jarak 1 km.

Mungkin temen-temen pernah menemukan jumlah polisi cepe lebih banyak lagi dengan jarak yang lebih pendek.

Kasih Karunia

aku disini…aku ada…aku terlahir

dimana kah aku berada saat ini…?

masikah aku hidup…..! atau kah hidupku ……….tidak lagi kuhidupi !

atau mungkin yang kuhidupi sekarang ini kehidupan orang lain.

ketika keputusan tarik menarik antara yang satu dan yang lain

aku dituntun untuk memilih yang tidak salah.

ketika mata di pandangkan kebawah atau keatas

kutatap kebawah…. sahabatku……saudaraku…..

mengharap uluran tangan dari orang-orang diatas

apakah napasku masih melekat ….? ya Tuhan…..ku….!

Maha mulia, Maha Agung, Maha Suci Engkau !

Kasih Karunia – Mu yang menuntun hidupku!

hingga saat ini aku menarik nafas dengan leluasa

Kasih Karunia-Mu menyertaiku, menyertai anda, menyertai kita semua

Amin….!

Betapa

Tragedi Hercules C-130

Ditengah hiruk pikuk nya suara deru mesin

menukik rendah di udara

terdengar suara gemuruh menghantam!

puing-puing berserakan

haru……pilu…….jeritan….tangis …..air mata membasahi

wahai.. herculesku….inikah arti sebuah penerbangan ?

kini tinggal kenangan …

kau meninggalkan kenangan pahit tak terlupakan

ratusan jiwa melayang tanpa kesan dan magetan jadi saksi bisu

ditengah duka yang dalam, kepedihan yang menggores dihati, diiringi air mata membasahi pipi

Peti jenazah ayah tercinta menjadi saksi bisu pernikahanmu

semua berlalu begitu cepat ….

oh sahabat….

deritamu…..deritaku….tangismu……tangisku jua…

selamat jalan…..teman…..selamat jalan sahabat….

selamat jalan saudaraku…..

Puisi ini kutulis khusus bagi kelurga tragedi hercules.

Berubah ketika kondisi kritis

Beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk melihat sahabat yang sedang berbaring lemah di bangsal rumah sakit persahabatan oleh karena penyakit yang di derita yaitu penyakit jantung. setahu saya dia sudah tiga kali opname dengan penyakit yang sama.

sahabat saya ini punya kebiasaan mengkonsumsi rokok, alkohol, ngopi, nge teh, daging , bergadang berlebihan sehingga berdampak kurang baik terhadap kesehatan.

Dalam obrolan kami, dia menceritakan : tadi pagi jam 09.00 pasien di sebelah saya meninggal dunia dan satu jam kemudian pasien yang satu lagi juga meninggal karena penyakit yang sama dengan penyakit yang saya derita sehingga saya sekarang sangat ketakutan.

saya berpikir jangan-jangan akan mengalami nasib yang sama seperti mereka yang sudah mendahului saya, itulah yang selalu terngiang di benak saya sehingga saya gusar, takut, ga bisa tidur dan tidak tenang.

Sebelumnya sudah banyak yang memberikan nasehat untuk tidak mengkonsumsi hal-hal yang tidak sehat karena daya tahan tubuhnya lemah, tapi dia tidak menghiraukan akhirnya penyakit yang datang.

Lalu dia berkata kepada saya dengan suara terbatah-batah kalau sembuh nanti saya berjanji, berjanji untuk tidak dan tidak akan mengulangi lagi kebiasaan buruk ini, saya masih takut mati. saya melihat air matanya mulai membasahi pipinya doakan saya ya biar sembuh itulah ucapannya.

Saya terharu juga akan ucapannya, tapi mengapa setelah penyakit datang dan kondisi terjepit dan kritis baru mau berubah ! mengapa tidak sebelumnya ! sebelum penyakit datang ?

apakah temen-temen punya pengalaman yang sama ?

Deklarasi Capres-cawapres

JK -Win yang pertama mendeklarasikan pasangannya di tugu proklamasi Jakarta

SBY- Bud juga mendeklarasikan pasangannya dengan megah di Sasana Budaya Ganesha Bandung

Mega – Pro juga tidak mau ketinggalan akan mendeklarasikan pasangannya pada hari : minggu, 24 mei 2009 di TPA bantar gebang yang lebih dikenal tempat pembuangan sampah. Maksud dan tujuannya apa ya…….?

Katanya: “Mereka tidak ingin deklarasi itu sekedar seremoni, tetapi ingin menunjukkan keberpihakan pada masyarakat kecil dan terpinggirkan dan bentuk penghormatan terhadap martabat rakyat miskin, baik itu pemulung, buruh, nelayan, atau petani.

Lebih lanjut katanya : ” Ingin mengobarkan harga diri dan martabat rakyat kecil yang menjadi spirit deklarasi nanti.

Apa ngaruh ga sih ….? tempat dekler dengan terpilihnya menjadi RI- 1dan RI- 2 ?

Lomba Nyanyi

Hari minggu kemaren aku berkesempatan  untuk menyaksikan lomba nyanyi anak dan dewasa di grand cakung yang di ikuti 36 peserta, salah seorang diantaranya adalah masih keluarga dekat aku yang bernama olivia dengan nomor urut 12.

olivia ini sudah sering mengikuti lomba nyanyi dan sudah banyak mengoleksi hadiah dan piala, usianya baru 9 tahun dan duduk di kelas 3 SD dan punya bakat nyanyi luar biasa dengan suara tinggi di sertai vibra yang merdu membuat setiap penampilannya mengundang decak kagum penonton dan juri.

yang menarik dari olivia sudah punya penghasilan setiap minggu 250-500 ribu hadiah dari juara yang diperolehnya. anehnya bila tidak ada lomba nyanyi dia menangis kepada ibunya, dia mau setiap minggu ada lomba.

Sehingga orang tua nya disibukkan terus untuk mencari info dimana ada lomba nyanyi. Untung nya di jakarta hampir setiap minggu ada lomba nyanyi di mal-mal.

Masing-masing peserta menunjukkan kebolehannya masing-masing di atas panggung, kelompok anak-anak  tampil dengan make up apa adanya, tapi ada juga yang seronok dan gerakan-gerakan orang dewasa  yang ditampilkan yang membuat para penonton terkekeh-kekeh….   menghibur juga sih…..

tibalah pengumuman pemenang yang dinantikan para peserta dan penonton diawali dari juara harapan 1,2,3 dan fafourit. mendengar nama dan nomor urutnya disebut juri, mereka berteriak dan tertawa lepas sambil berpelukan kepada orang tuanya.

Tibalah pengumuman juara 1 saya bisa memastikan bahwa pemenang nya adalah olivia karena untuk juara harapan dan juara 2,3 kwalitas suaranya  masih dibawah olivia. Dan benar pada saat juri mengumumkan juara 1 olivialah pemenangnya.

setelah selesai pengumuman pemenang di sebelah saya ada seorang ibu yang anaknya tidak masuk nominasi pemenang  mulai memprotes sambil marah-marah dan mengatakan keputusan juri  tidak adil, dia maju kedepan dan menemui juri dan panitia yang jumlahnya 5 orang.

sedikit heboh juga sih….

ternyata info dari peserta yang lain mengatakan bahwa memang disetiap lomba nyanyi yang di ikuti anak nya selalu begitu memprotes keputusan juri karena tidak pernah menang. aku berpikir dalam hati kalau suara anaknya bagus pasti masuk nominasi pemenang. menurut anda gimana tindakan ibu itu ?

Jalan Alternatif

Tepatnya September 2001 aku  pindah ke jakarta berhubung kantor pusat tempat aku bekerja meminta untuk mengisi posisi yang lowong  menggantikan yang lama, tepatnya  aku berkantor di kawasan industri pulo gadung dan aku sendiri  tinggal di pondok kopi jakarta timur.

Dihari pertama aku berangkat ke kantor seperti biasa sudah menjadi kebiasaan  waktu di medan berangkat ke kantor jam 07.20 akhirnya tiba di kantor  terlambat.   tidak nyangka akan terjebak macet sampai 1 jam lebih di ngurah rai. ada tiga kawasan macet yang aku lewati menuju kantor, ngurah rai, buaran, perumnas.

ini berlangsung sampai beberapa hari…..membuat hati jengkel juga sih….tapi apa boleh buat….seminggu kemudian mulai tanya sana tanya sini kepada teman sekantor apakah ada jalan alternatif. akhirnya seorang teman memberitahukan solusi nya untuk menuju kawasan industri pulo gadung melalui belakang kawasan industri.

Ternyata benar aku  tertolong melewati 1 area macet di buaran, lalu penghalang berikutnya di perumnas, aku berpikir bagaimana ini ! apa ada jalan lain ? akhirnya aku pun mulai tanya sana tanya sini lagi akhirnya kutemukan juga solusinya melalui rumah susun yang relatif lebih longgar.

Masih ada lagi kemacetan ke tiga yang harus aku hadapai dan paling macet diantara ketiganya itulah ngurah rai dekat buaran plaza dibawah fly ofer ya ampun ….macet nya…brurr… setengah mati setengah hidup ….seperti semut beriring tidak bergerak.

Lalu saya berpikir lagi  bagaimana memecahkan kemacetan ke tiga ini seperti biasa tanya sana tanya sini tapi tidak ada solusi yang di dapat. aku coba di hari minggu untuk berputar-putar di wilayah yang macet bertepatan di belakang buaran plaza tersebut ada perumahan malaka asri.

Saya coba masuk perumahan itu ternyata benar ada jalan yang bisa memotong area yang paling macet dimana aku pernah terjebak 1 jam disana. hati merasa lega dan senang mendapat jalan alternatif untuk yang ketiga. dalam hati berbisik besok senin aku akan lewat sini.

Hari senin pagi  aku  jalan merasa lega sambil bernyanyi kecil karena tidak akan terjebak macet lagi, dua area macet kulalui dengan mulus tidak kena macet. lalu untuk menghindari area macet ke tiga aku masuk melalui perumahan malaka asri yang menjadi alternatif.

lima puluh meter aku masuk malaka asri ternyata ada portal yang menutup dan dijaga satpam, aduh…sialan…ternyata di portal. Lalu aku beranikan diri minta tolong ke satpam agar diberi izin untuk lewat, eh….dengan wajah cembetut satpam itu bilang, “pa ” kali ini boleh besok jangan lewat sini lagi, ini bukan jalan umum.

dalam hati dongkol juga sih…pelit banget nih satpam ….agak geram juga sih satpam nya ternyata galak, lalu saya ucapkan terima kasih dan tak lupa saya berikan uang Rp5.000,-  pa ini untuk uang rokok aja! aku pikir hitung-hitung ga apalah asal bisa lewat jalan alternatif ini. eh…eh..eh… diterima juga uangku! dari kaca spion saya lihat satpam nya tersenyum dan lihat plat mobil aku.” mungkin dalam hatinya berpikir baik juga orang ini.

Besoknya saya coba lagi lewat perumahan malaka sari dan ternyata satpam nya masih yang sama dan jalan tetap diportal, lalu aku buka kaca mobil untuk minta tolong dan satpam nya tersenyum dan buka portal mungkin ingat kali yee…kemaren diberi uang. Aku pun tak lupa berikan lagi Rp.1000 biar dia senang dan mau buka portal untuk berikutnya.

Ternyata benar temen-temen ! perjuanganku tidak sia-sia ! hari-hari berikutnya aku bisa lewat perumahan malak sari dengan aman tanpa ada lagi yang menghalangi dan satpam sudah jadi teman. sesekali ku berikan uang rokok biar lancar. Akhirnya terhindarlah aku dari tiga hambatan, tiga penghalang, tiga  kemacetan.

Dari kesabaran, komunikasi, relationship, perjuangan, terus mencari dan terus berusaha akhirnya aku menemukan  jalan alternatif yang bisa memotong perjalanan panjang yang menghambat untuk sampai ke tujuan tepat waktu.

Temukan jalan alternatif itu yang menghantarkan kita tiba di tujuan tepat waktu.

Tentang aku

Nama lengkapku : Wilbert. Situmeang

Nama Panggilan  : Pak Meang

Lahir di Medan,  3 Agustus 1967

Karir :

Sales Terbaik  ( 10 tahun  )

Supervisor Terbaik ( 3 Tahun  )

Manager Area Terbaik ( 2 Tahun )

Kepala Cabang Terbaik ( 2 Tahun )

Profesi saat ini :

Trainer & Motivator

Sudah melatih lebih dari 1000 salesman dibeberapa  perusahaan

Pelanggan Tetap :

PT.Grafindo Media Pratama

PT.Setia Purna Inves

PT. Globalindo

PT. Karsa Mandiri

PT. Karya Kita

PT. Grafidia

PT. Salamadani

Menghubungi saya di :

Email : wsitumeang@yahoo.co.id

Hp      : 0812 947 9451